Monday, January 24, 2011

TO YOU BOTH

Sebenarnya bukan semata-mata rumah atau mobil yang ingin aku beli, kalau bukan untuk mamah dan papah. Hanya ingin mamah dan papah gak lagi berkeluh kesah tentang saudara yang menyindir anak-anak mamah papah yang sarjana tapi gak bisa ngasih apa-apa, tentang barang-barang yang dititip tapi dengan seenaknya dipakai dan dibuang kalau gak berfungsi buat dirinya, tentang bagaimana sempitnya tempat tidur mamah bapa sekarang, tentang bagaimana sulitnya menerima tamu bahkan mengadakan kumpul-kumpul, dan segala keterbatasan yang ada. Terutama mamah sama bapa bisa tenang hidup menikmati masa tua.
Tapi ada  satu kekhawatiran yang sampai sekarang gak tau bagaimana mengatasinya, segala amarah, kekesalan, ketidaksesuaian, perselisihan, dan semua yang membuat aku merasa sepertinya sudah tidak pantas lagi untuk kalian melakukan hal-hal tersebut. Maaf kalau selama ini aku selalu bersikap kasar menanggapi segala kejadian tidak menyenangkan ini, bukan karena aku benci mamah papah tapi aku hanya lelah selama hampir 26 tahun ini terus melihat dan mendengar pertengkaran yang kadang diselingi kata-kata kasar. Rasanya tidak ada tempat lagi yang terasa damai.
Jika rumah sudah kubeli, akankah papah dapat melakukan segala kegiatan yang ingin papah lakukan tanpa menyusahkan mamah? atau teriakan dan kata-kata kasar itu tidak akan terdengar lagi? Akankah kalian dapat hidup saling mengisi..saling memperhatikan..saling menyayangi? Jika mobil sudah kubeli, akankah kalian menikmati perjalanan tanpa meributkan arah jalan yang harus dilewati? tanpa merasa kesal atas keadaan jalan?
Sungguh tak ada lagi yang dapat aku pikirkan bahkan aku perbuat untuk membuat seolah-olah mamah papah memang menikah karena cinta, yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya karena cinta, bukan hanya sebuah fase dalam kehidupan yang harus dilalui. Jangan pernah ragu, curiga dan tidak percaya padaku, walaupun aku sering hanya memikirkan kesenanganku, namun diatas semua itu akan selalu ada kalian. Aku akan tetap menabung untuk membeli rumah dan mobil itu. Harapan sangat, kita bisa berkumpul lagi dalam sebuah rumah yang hangat penuh senyum dan canda tawa.Amin.



No comments:

Post a Comment

Tanggap menanggapi