Thursday, October 25, 2012

MARAH


Seperti yang pernah saya ceritakan di laman Nepangkeun, saya termasuk orang yang gampang mengalah, sulit sekali rasanya untuk seketika mengungkapkan kekesalan tanpa perduli dia yang menjadi target merasa sakit hati. Yang terpenting apa yang di dalam hati tersalurkan pada orangnya. Mendapatkan lega hati dan rasa menang. Kadang saya berharap sekali seperti orang-orang yang mudah mengungkapkan kekesalannya, seketika mereka puas.

Yang sering saya lakukan adalah memendam, tapi tampak tidak mungkin kekesalan itu tidak terlihat diwajah saya. Pada saat biasa-biasa saja saya sering dinilai sebagai orang judes, dengan mata yang sipit, bibir yang agak cemberut dan lirikan yang nyebelin kalau kata orang. Apalagi pada saat memang saya sedang kesal, bayangkan muka saya yang tadi ditambah intonasi bicara yang pendek-pendek dan terkesan sekedarnya. Harusnya dengan penampilan seperti itu orang-orang bisa menangkap apa yang sedang saya rasakan, terutama bagi si target, tapi tidak sedikit mereka malah dengan cueknya menganggap sikap saya biasa-biasa saja. Nah, ini memang kekurangan saya satu lagi, tidak ingin mengutarakan keinginan tapi berharap orang lain mengerti. Ya, saya tahu ini salah *plak (tampar diri sendiri..hehe)

Saat saya benar-benar kesal, dan memutuskan untuk mengeluarkan amarah itu kepada orang yang bersangkutan, selalu saja meninggalkan rasa yang tidak nyaman. Bukannya lega hati dan merasa menang yang saya dapatkan, tapi kekesalan setelah marah yang masih tersisa dan rasa canggung terhadap orang tersebut. Jadinya makin bingung dan makin kesal. Rasanya tidak jauh beda dengan saat saya benar-benar kesal namun saya pendam rasa itu. Yang ada hanya kekesalan yang berkepanjangan.

Memang inti dari marah adalah menyakiti orang lain, berharap orang tersebut merasakan apa yg kita rasakan. Tapi sebenarnya marah itu lebih banyak melukai diri sendiri ketimbang orang yang kita marahi. Bahkan dengan hanya memendam saja itu sudah melukai diri sendiri. Rasanya untung juga susah marah, karena tetap yang rugi diri sendiri. Yang paling baik adalah tidak perlu marah. #Fight

Pic taken from deviantart by Tyshea

Tuesday, October 23, 2012

MEREKA SEPERTI KELUARGA

Saat saya baru saja kehilangan harapan yang terlanjur terlalu melambung tak terkendali, saat saya hanya memiliki diri ini, saat semua menjadi abu-abu serba tak jelas serba hambar rasanya, saat rasanya selama ini hanya melakukan hal yang sia-sia, buang waktu percuma, saat hanya saya korban dari sebuah penipuan rasa yang paling nelangsa di dunia ini dan tak ada seorang pun yang tahu bahkan  mengerti  apa yang saya rasakan.

Kemanapun dulu saya berkelana tanpa mereka. Dengan siapapun dulu  saya berbicara tanpa mereka. Bagaimanapun dulu saya bersenang-senang tanpa mereka. Hanya identitas yang terlanjur menempel di diri ini, hingga rasa dan badan menyanggah asal muasal ini. Kebecianlah yang muncul disana. Tak peduli. Marah. Prasangka. Nyaris tak ada kebaikan disana.

Hanya dengan kebaikan dari seseorang yang dibilang hanya sekedar teman pun bukan,apalagi sahabat, tapi telinganya sempat selalu siap sedia untuk saya. Menuntun  saya yang sedang buta ini kembali menuju asal. Rasa takut, malu, segan dan bingung seketika memaksa hati untuk merasakan. Namun keinginan untuk berubah, untuk bangkit dari rasa nelangsa ini lebih besar dari apapun. Kembali menuju mereka yang katanya membenci saya, mereka yang dulu tak saya sukai.

Akhirnya hingga kini kami bisa berbagi kebosanan, tawa, keluh kesah dan terkadang tangis. Sebesar apapun kebencian yang pernah ada. Seburuk apapun dulu hubungan kami. Sejauh apapun dulu saya menjauh, pada akhirnya saya kembali ke rumah, selayaknya kembali ke keluarga, kembali ke asal. Dan itu bagus, menyenangkan. Satu untuk semua, semua untuk satu..bocah. :p

*Saya tulis ini saat bersama kalian, bocah, disalah satu agenda bercengkrama kita di soleluna.

Monday, October 15, 2012

SAYA YANG SAAT INI

Saya yang saat ini menginjak usia dua puluh delapan tahun. Saya yang saat ini masih menjadi salah seorang putri dari sepasang orang tua, yang menurut saya mereka merupakan contoh kehidupan nyata, segala pahit dan manis rasa kehidupan yang mereka jalani menjadi dasar perjalanan hidup saya. Saya yang saat ini masih memiliki mimpi menjadi seorang istri, ibu yang memiliki banyak anak yang soleh, dengan sebuah usaha atau sebuah sekolah sebagai sarana aktualisasi diri, dan hidup dalam keluarga yang selalu diberkahi Allah.

Saya yang saat ini masih ingin menyerap banyak pemahaman baru. Saya yang saat ini masih akan terus belajar menjadi muslimah yang sebenarnya. Saya yang saat ini masih ingin melakukan perjalanan, petualangan dengan harapan terus mensyukuri ciptaan-Nya dan menumbuhkan jiwa yang kuat dengan rintangan yang ada, menjelajahi tempat-tempat baru dengan teman-teman sehati atau pasangan jiwa, meninggalkan kenangan dan pengalaman yang akan menjadi cerita bagi anak cucu kelak.

Saya yang saat ini sangat bersyukur atas kesempatan hidup hingga sekarang ini, atas segala nikmat dan pelajaran hidup, segala keberhasilan dan kesalahan yang telah diperbuat, segala kebingungan dan pemahaman baru yang muncul, atas digantinya teman lama yang pergi dengan teman baru yang lebih baik, atas diberikannya petunjuk dan kesempatan untuk menerima petunjuk tersebut.

Sungguh ingin sekali terus mengalami perbaikan, ingin selalu merasa haus akan ilmu, ingin selalu benci dengan kesombongan dan kemunafikan, ingin selalu berteman dengan banyak orang, ingin selalu bermanfaat bagi orang lain, ingin selalu bisa membahagiakan orang tua, ingin selalu bersyukur, ingin selalu berada di jalan-Nya.

Tak ada yang saya senangi dari ritual sebuah ulang taun daripada banyaknya doa yang terpanjat dan harapan yang melambung serta orang-orang yang merasa bahagia berada dekat dengan kita. Terima kasih untuk doa dan harapan tulusmu teman, begitu doa terlotar saat itu pun saya berdoa dan berharap yang sama untuk dirimu.  Biarkanlah ini menjadi moment saling mendoakan. Me love you, friends, semoga kita bagja dunia akherat.

Berharap Allah menghapuskan dosa-dosa kita dan di sisa umur kita ke depan selalu dalam keberkahan-Nya. Aamiin.

Sunday, October 14, 2012

MALU RASANYA

Bismillah..
Hari ini saya diperlihatkan sebuah video, sebuah hasil rekaman peristiwa nyata, rekaman adegan-adegan kekejian yang paling keji yang bisa seorang manusia lakukan terhadap manusia lainnya. Seketika dada bergemuruh meminta tindakan, mata ini memanas meminta penghentian pandangan-pandangan ini.

Sebuah video dokumentasi kejadian-kejadian yang berlangsung di Suriah, negara yang sejak awal 2011 telah terjadi konflik yang pada awalnya didasarkan pada konflik politik, namun sekarang ini konflik meningkat pada ranah aqidah. Lebih dari 36 ribu orang telah tewas, dan tidak sedikit diantaranya adalah anak-anak kecil dan wanita. Mereka tewas dengan cara-cara mengenaskan, bukan dengan hanya bom tapi juga dipukuli, di sundut rokok, diseret oleh kendaraan dengan tangan yang terikat, bahkan dikubur hidup-hidup. Secara lengkap berita ini bisa diakses di internet.

Terlepas dari kengerian dan mengkhawatirkannya keadaan saudara kita disana, ada suatu hal yang terpikir oleh saya. Malu rasanya, mengingat sungguh betapa kita diberikan nikmat yang besar, dengan hidup dalam toleransi, keleluasaan, kebebasan. Sungguh dengan keleluasaan dan kebebasan yang kita miliki ini apa yang sudah kita lakukan? seberapa sering kita membuka Al-Quran?  seberapa banyak yang kita ketahui tentang agama yang kita anut?  seberapa besar manfaat diri kita terhadap orang lain? benarkah keberadaan kita memberikan efek positif, membangun dan menyejukkan orang-orang disekitar kita, atau malah sebaliknya keberadaan kita hanya menyebabkan kerusakan dan keresahan bagi orang-orang sekitar kita. Apakah kita kurang bersyukur?

Rasulullah bersabda: "Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang. (HR.Bukhari)

*Video yang saya lihat,ditayangkan di acara Tabligh Akbar Aksi Solidaritas dan Penggalangan Dana dari Muslim Indonesia untuk Muslim Suriah, 14 Oktober 2012 di Mesjid Istiqomah Bandung.

Saturday, October 13, 2012

SEEING THE TRIP - PART 2


Dokumentasi perjalanan liburan Singapura - Kuala Lumpur 14-16 juli 2012 (lanjutan)

Arab Street

ABC Hostel
Rekomendasi dari buku Claudia Kaunang. Cukup bersih, nyaman, dan aman, juga relatif murah.

Marina Bay
Tempat kita nonton pertunjukan kembang api dan laser, saat itu juga sedang ada latihan pertunjukan hari  kemerdekaan Singapura

Orchard
Gak lengkap tanpa menikmati uncle ice cream

3 Sudut Pandang

Mesjid Sultan

Sesi Wawancara Artis dari Indonesia :p

Still at Marina Bay

Universal Studio Singapore...Ride The Movies

Friday, October 12, 2012

SAHABAT SAYANG

Kali ini saya mendapatkan...mungkin ini yang perlu saya ketahui..mungkin ini yang kamu butuhkan

Kenali ragam persahabatan diambil dari akun Facebook K.H. Muhammad Arifin Ilham
1. "Taaruffan" hanya kenalan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, dsb.
2. "Taariiihan" bersejarah, seperti teman sekampung, satu almamater, satu kost, dsb.
3. "Ahammiyyatan" karena kepentingan, seperti bisnis, politik...boleh jadi juga karena ada maunya.
4. "Faarihan" karena hobby, seperti teman futsal, badminton, berburu, dsb.
5. "Amalan" karena seprofesi, sama-sama guru, dokter, dsb.
6. "Aduwwan" sahabat tetapi musuh, depan seakan cinta tetapi sangat benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya. "Bila kamu memperoleh ni'mat, ia benci, bila kamu tertimpa musibah, ia senang..." (QS.3:120). Rasulullah mengajarkan doa, "Allahumma Ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yang bila melihat kebaikanku ia sembunyi tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan".
7. "Hubban Iimaanan" lahir bathin tulus saling cinta karena Allah, saling menolong, menasehati, menutup aib sahabatnya, memberi hadiah bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya. Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah.

Persahabatan 1-6 akan sirna di Akhirat nanti kecuali persahabatan karena Allah (QS. 49:10). Tema-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) sebagian akan menjadi musuh bagi yang lain kecuali persahabatan karena ketaqwaan (QS. 43:67)

Sahabat tak perlu selalu ada, tak perlu selalu tahu apa yang sedang kita lakukan, tak perlu selalu tahu apa yang kita rasakan, tak perlu selalu telepon atau sms kita, dan terlebih tak perlu ikut-ikutan benci terhadap orang yang tak kita sukai. Tak selalu ada, tapi selalu memberikan ketenangan.Tak selalu memberikan pundaknya untuk kita berkeluh kesah, namun juga memberikan tamparan agar kita lebih baik. Tahu kapan dan bagaimana memberikan toleransi, menghormati dan menghargai sahabatnya, termasuk saat kita bersikukuh memutuskan sesuatu hal konyol dalam hidup kita, membiarkan kita menjalani apa yang kita mau tapi juga tetap menjaga kita pada saat yang sama.
Seperti yang pernah saya katakan dan akan selalu saya katakan, terlebih saya akan doakan,
Me love you, friends....semoga kita bagja dunia akherat. Semoga kita saling menyayangi karena Allah (Aamiin)

Wednesday, October 10, 2012

SEEING THE TRIP - PART 1

Dokumentasi perjalanan liburan Singapura - Kuala Lumpur 14-16 Juli 2012

Makan siang at McD Sentosa Island (atas), Me and Icha at USS (kiri bawah), Me and Icha  at Marina Bay (tengah bawah), Me, Icha and Ichan at Marina Bay (kanan bawah)

Me and Anis ngantri di USS (kiri atas), Rani+Icha+Anis+Me at Arab street (kanan  atas),  us at Marina Bay (kiri bawah),  Rani and Me (kanan bawah)
The members of the trip (plus me)

At Universal Studio Singapore
Photo Pantulan Kaca :D
Transformer at USS..recommended!

Kami, keluarga besar Madagascar..hehe

Panas-panasan buat foto bareng menara tetangga dan teman India kita..hehe

Busway-nya Malaysia

DARI YANG BERPUISI (3)





Kembali....Seorang diri, secangkir kopi, setumpuk ilusi




Seumpama pagi, kita pun lekas pergi. Sebagai sore, kita segera sampai. Dari dan ke pangkuan kelam.
Di mana kita jadi penelusur gua gelita. Meraba, menaswir gema cinta. Terpisah dari yang selain desah.
Raga melenggang bagai ganggang. Sukmaku menggapai sukmamu, bersitaut serupa kiambang. Larut dalam kelucak ombak pasang.
Kulumur landai lampingmu sampai pasir menyerpih. Kudentur-dentur ceruk curammu hingga berbuih. Hingga kau-aku terdampar, terkapar, di altar tarikh.
Peramal separuh perih, sampai perahu pertama bangkit dari kaki langit. Selebihnya biar kusimpan disamping jantungku betapapun pahit.
Sebab, selagi selat susut, kita akan saling mencari. Dipandu denyut nadi.
Kuharap kita akan bersua di sebuah bukit yang menyimpan sungai jernih, dimana jantung kita yang terbelah kembali lekat dan luka pun pulih.
Dan di tanah yang tabah itu, hidup akan tumbuh. Kau bagian diriku, aku bagian dirimu. Dua jiwa satu tubuh.
Senantiasa saling butuh, tanpa yang satu yang lain tak utuh

Saturday, October 6, 2012

DARI YANG BERPUISI (2)

 



Seorang diri, secangkir kopi, setumpuk ilusi
....sebuah puisi oleh Sitok Srengenge






Sejauh kau pergi, di mana pun kau kini, kita berada di bawah lengkung langit yang sama. Riap rinduku mengenangi seluruh samudera.
Tidakkah kau tahu, dalam buku-buku batinku terguris namamu? Huruf-huruf duka yang merembaka jadi cerita.
Kadang, ketika halaman putihku penuh olehmu, aku ingin meniru pohon yang gugur daun, mendamba hujan demi meluruhkan kenangan.
Sampai jiwaku kuyup, kelopakku kuncup. Sedang kau menjelma gema, menggelimang kesepianku yang menggeliat gamang.
Kata-katamu, kau tahu, kadang bunga biru rumpun perdu; sesekali belati yang membelai belikat hati. Membuatku merekah, pasrah.
Dan bungaku luruh saat belatimu menyentuh. Layu. Luka. Dihatiku kau terpahat, mungkin tak kekal, tapi biarlah kuingat tanpa sesal.
Kelak jika kau kembali, tiap kata telah memilih maknanya sendiri. Mungkin tak lagi kau kenali.
Kau bukan penyair culas, kekasih. Cuma penyihir yang melintas ketika aku sedang ringkih.
Atau, kau pengembara yang gampang terkesima. Mengurai lintang bibir bagai jejak sungai di padang pasir. Hanyut aku dalam arusmu.
Lalu bersama kita menguap sebagai fatamorgana, mendekap harap sungguhpun fana. Atau terurai jadi kerikil, meratapi yang mustahil.

Sumber Gambar


Tuesday, October 2, 2012

3 BULAN LAGI

Terinspirasi oleh tweetnya Pak Jamil Azzaini hari ini, yang mempertanyakan "Tahun 2012 tinggal 3 bulan lagi target apa yang belum tercapai?", padahal boro-boro mikirin target yang belum tercapai, bikin target buat tahun 2012 aja kayanya gak..hehe.

Tapi, beneran deh jadi gatel juga pengen bikin target buat 3 bulan kedepan, sesuatu yang sampai saat ini sulit dicapai, bukan karena sesuatu itu hal yang besar dan rumit, tapi butuh ketegasan diri dalam mencapainya. Karena saat ini saya akan menuliskan target tersebut dan membiarkan pembaca blog ini menjadi saksinya, saya benar-benar berharap dengan cara seperti ini bisa memaksakan diri saya untuk berusaha mewujudkannya.

1. Percepat tidur dan percepat bangun
   Sekarang ini saya sering sekali bahkan mungkin hampir selalu tidur larut malam, hasilnya saya sulit sekali untuk bangun dini hari dan subuh. Karena merasa masih ngantuk malah suka tidur lagi setelah subuh, jadi telat mandi, telat berangkat kerja deh. (Jangan dicontoh ya! hehe)

2. Nabung
    Percaya gak percaya tabungan yang saya punya sama sekali tidak bisa disebut tabungan. Gak usah panjang ceritanya tentang ini karena gak kuat sama malunya..hehe.

Sudah, rasanya dua hal ini yang paling saya inginkan tercapai dalam waktu terdekat ini..mudah-mudahan nih ya..mudah-mudahan...aamiin.

Saya akan membuat postingan report hasil pencapaian target ini Tanggal 1 Januari 2013, semoga gak lupa..haha. #Fighting