![]() |
| Taken from devianart |
Hidup di Indonesia yang merupakan negara dengan banyak sekali suku dan budaya, dilengkapi dengan pemahaman dan ritual yang diwariskan nenek moyangnya masing-masing, tradisi yang hingga hari ini masih melekat di keseharian warganya. Sebagian menguap karena bertentangan dengan agama, yang lainnya tetap dipegang karena merasa mendapatkan bukti kebenaran dan kekhasiatannya.
Dimulai dari larangan untuk berdiri atau duduk di lawang pintu karena bisa membuat susah mendapatkan jodoh, pada saat hamil harus membawa alat-alat kecil yang tajam seperti peniti sebagai penangkal bala dan harus mandi pada saat gerhana, hingga sakit karena diguna-guna orang.
Pada umumnya semakin berilmu seseorang, maka akan semakin meninggalkan ritual-ritual dan pemahaman-pemahaman mistik seperti yang saya sebutkan tadi. Terlebih dari ilmu agama, sudah hampir dapat dipastikan akan meninggalkan hal-hal tersebut karena termasuk musyrik, tentu lain cerita jika orang tersebut tidak ingin mengamalkan ajaran agamanya.
Namun tidak sedikit orang yang mengetahui bahwa tradisi dan pemahaman mistik ini harus ditinggalkan, mereka menjadi ragu dan bahkan percaya pada saat hal mistik tersebut menimpanya. Semisal, dia sakit yang tak kunjung sembuh padahal dia sudah berobat ke beberapa dokter, obat pun silih berganti telah ia minum, sampai suatu saat ada yang berkata bahwa dia diguna-guna orang. Sesaat mungkin dia tak percaya, tapi dengan kesembuhan yang tak datang juga bahkan sakitnya menjadi parah dia pun menjadi percaya, lalu jalan yang dia tempuh adalah menemui "orang pintar" orang yang dikenal bisa membaca hal gaib, mengetahui apakah benar sesorang diguna-guna orang, siapa yang mengguna-guna, dan bagaimana menyembuhkannya.
Saya tidak pernah tahu apakah kasus dalam pengobatan oleh "orang pintar" ini ada yang berhasil, dari beberapa orang yang saya kenal dan mengambil cara pengobatan ini malah tidak memberikan kabar baik. Yang saya tahu, yang memiliki hal gaib dan ilmu hitam adalah Alah, yang memiliki kesembuhan adalah Allah, dan yang memiliki diri kita adalah Allah. Tidak usah bersusah payah meminta kesembuhan kepada yang tidak memiliki kesembuhan itu sendiri, kita berikhtiar berobat ke dokter dan tinggal meminta kepada yang Maha Menyembuhkan untuk kesembuhan, menjauhkan diri dari syirik dan musyrik. Rasanya sungguh malang, sudah sakit ditambah melakukan hal syirik, makin jauhlah dari Allah, jauh dari kesembuhan dan keberkahan. Kalaupun ternyata sakitnya membawa hingga (maaf) meninggal, jangan sampai meninggal dalam keadaan musyrik. Su'ul khatimah. Na'udzubillahi mindzalik.
Perbanyak ilmu, dekatkan diri kepada Allah, perbanyak dzikir, shalat tepat pada waktunya, insyaallah akan diberikan kesembuhan melalui pintu-pintu yang diridhoiNya. Amiin.

No comments:
Post a Comment
Tanggap menanggapi