Apa yang dicari? Kebahagiaan atau ketenangan?
Pertanyaan ini tanpa saya sadari pernah saya posting dua kali, keduanya saya posting pada saat saya merasa kebingungan, dalam kondisi hati yang kacau dan tak bisa berpikir jernih. Rasanya ada perang antara hati dan otak. Berharap sebuah jawaban untuk menghilangkan kebingungan itu.
Dari kedua posting itu, dua-duanya mendapat komentar yang berbeda-beda sesuai cara pandangnya masing-masing. Ada yang hanya berempati, ada yang bilang ketenanganlah yang dicari karena setelah tenang maka bahagia pun didapat, sebaliknya ada yang bilang kebahagiaan dulu yang dicari karena setelah bahagia maka tenang akan mengikuti, ada juga yang bilang keduanya (ketenangan dan kebahagiaan) harus didapatkan berbarengan. Mereka berdiskusi tanpa ada kesimpulan. Mereka tetap "keukeuh" dengan pemikiran mereka masing-masing. Pada saat itu memang saya lebih banyak menyimak.
Setelah selesai membahas di postingan ke-dua, saya merasa sia-sia dengan memposting pertanyaan itu, karena walaupun ada beberapa pandangan tapi tidak menghilangkan kebingungan yang saya rasakan. Saya kapok mengumbar kebingungan, mengharap jawaban dari orang-orang yang sebenarnya memang tidak tahu apa masalahnya. Memang seharusnya saya bertanya pada Yang Maha Mengetahui.
Melalui sejalannya hidup, semakin banyaknya buku dan artikel yang dibaca, semakin seringnya majelis ilmu yang dihadiri, pemahaman-pemahaman baru muncul dan memberikan jawaban. Bukan ketenangan ataupun kebahagiaan yang dicari, tapi kebenaran lah yang mesti dicari. Kebenaran dari Yang Maha Benar. Kebenaran yang akan membawa kita kepada ketenangan dan kebahagiaan. Mendekat kepada-Nya dapatkan kebenaran, dapatkan kebahagiaan, dapatkan ketenangan.Mari.
Wallahual'am bish shawab

No comments:
Post a Comment
Tanggap menanggapi