Ada yang pernah bermasalah dengan niat? Atau kau anggap niat hanya sebuah hasrat hati untuk sebuah tindakan? Hingga kau tak pernah menanyakan pada hati apa sebenarnya niat yang tersimpan? Apakah niat itu tunggal tak bercabang atau niat itu nyaris tak menempel dalam hatimu? Hanya sebuah tindakan tanpa makna.
Pernah dengar seorang ustad ternama negara ini berdakwah dan senang sekali bersenandung? ada salah satu senandung lamanya mengenai hati. Jagalah hati..Jangan kau kotori..Jagalah hati...lentera hidup ini. Ya, Aagym. Saat senandung ini menjadi pembicaraan dan menjadi sebuah trend pada masanya, saya hanya menanggapi senandung itu sebagai lagu enak. Hingga saat saya mendengar beliau lagi yang berceramah mengenai hati di Daarut Tauhid.
Ada satu bahasan tentang orang yang pergi ke masjid untuk itikaf, pada saat sampai di dalam masjid terlihat orang-orang sedang tidur, hanya dia yang terjaga, lalu dalam hatinya dia berkata "Alhamdulillah, ternyata saya bisa terjaga hingga sekarang, dan hanya saya yang terjaga di masjid ini". Seketika itu hatinya telah sombong. Walaupun dia tidak mengutarakannya dalam lisan, namun apa yg tersirat dalam hati Allah pasti mengetahui.
Pernahkah kamu bersedih saat orang yang kamu suka tidak bisa hadir di sebuah acara sosial yang memang kalian berkerja bersama untuk mewujudkan acara itu? Bukan karena tugasnya nanti akan menjadi bebanmu. Bukan karena ketidakhadirannya mengacaukan acara. Namun rasanya sepi..rasanya hampa..rasanya tidak usah jadi sajalah acara ini kalu tak ada dia. Berpikirlah dengan segera, renungkanlah! Apa sebenarnya niatmu menjalani acara sosial ini? Kegiatan yang seharusnya kau mengharap berkah dari-Nya tapi telah terkotori dengan niat-niat lain. Renungkanlah.
Hati-hatilah terhadap setan yang dengan pintarnya masuk di sela-sela sempit diantara kebaikan. Merusak niat lurus dan baik kita, bahkan tanpa disadari oleh kita sendiri. Maka senandung lama Aagym itu sudah bukan lagi hanya sebuah lagu enak tapi sebuah pemahaman, benar-benar kita harus waspada, jika bukan kita sendiri yang harus menjaga hati kita lalu siapa lagi?
"Ya Allah sesungguhnya aku memohon anugerah cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, serta usaha yang dapat mengantarkan aku pada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling aku senangi"(H.R.Ahmad)
No comments:
Post a Comment
Tanggap menanggapi