Sunday, September 30, 2012

LEMAH

Saat-saat merasa lemah ialah saat-saat kita mengetahui bahwa kita sedang menyiksa diri sendiri. Bersedih hati, resah, putus asa, patah hati terhadap apa yang belum atau mungkin tidak dimiliki. Secara sadar ilmu sebenarnya telah dimiliki, segala solusi telah tertulis dan diketahui, pengaplikasianlah yang kemudian dipertanyakan. Apakah ini efek dari sebuah karakter penyerah, tak berani mengambil resiko? Atau hanya sebuah pembenaran semata.

Karena layaknya rindu, kesedihan pun candu, semakin sedih hingga sepi terasa. Terkadang kita malah menikmatinya, menyendiri di kamar gelap berbaring di kasur dengan selimut menutupi kepala menangis setiap lagu patah hati terdengar dari radio, dan kita lakukan ini setiap hari hingga entah kapan.

Saat ini saya tidak akan memberikan nasihat, karena rasanya terlalu mudah untuk diucapkan dan saya pun belum ahli dalam mengatasi hal ini. Tapi rasanya lelah juga untuk merasakan ini semua, apalagi setiap hari dan entah akan berakhir kapan. Selama kita belum puas merasakan sakitnya rasanya kita akan terus melakoni ini.  

Maka ini semua harus berhenti SEKARANG, karena hidup bukan hanya sekedar kisah cinta. Berhentilah merasa menjadi korban, behentilah merasa hanya kita yang sengsara seperti ini, berhentilah terbuai dan terlena dengan rasa sakitnya. Setelah itu, barulah buka kembali buku ilmu yang dimiliki. Dan kali ini aplikasikan!

*Sebuah renungan bagi diri (juga)

No comments:

Post a Comment

Tanggap menanggapi