Thursday, September 20, 2012

PETUNJUK MALAM


Saya sangat percaya bahwa Allah selalu memberi petunjuk pada kita. Petunjuk agar hidup kita selamat di dunia ini. Dan saya sangat menyadari bahwa Allah memberikan petunjuk tersebut melalui apa saja, siapa saja, dimana saja. Selain kitab-Nya tentu saja. Maka sesuai dengan perintah-Nya dalam kitab bahwa kita harus membaca, maka saya selalu berusaha untuk membaca. Membaca petunjuk tersebut.

Membaca solusi apa yang sebenarnya Allah berikan terhadap masalah yang saya hadapi, terhadap keresahan hati yang saya alami, kepenatan yang saya rasakan. Kadang jawaban itu ada di acara Mario Teguh yang rasanya sebuah kebetulan temanya sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan saya. Kadang jawaban itu ada di teman saya, ada di nasihat-nasihatnya atau pengalaman hidupnya. Dan terkadang jawaban itu ada di dalam buku atau artikel-artikel.

Dibandingkan dulu sekarang ini saya sering sekali mencari,membuka dan membaca buku dan artikel-artikel. Pada dasarnya, dan mungkin pada kebanyakan orang, saya suka mencari saat-saat saya bisa bilang "ini cerita saya banget", lalu setelah itu saya mencari jawaban dicerita itu yang bisa jadi jawaban bagi diri saya sendiri juga. Apakah cara itu salah, saya pun tidak tahu.

Namun ada suatu moment pada saat saya membaca sebuah tulisan seorang penulis novel malam ini, di saat itu saya berpikir sungguh menggugah sekali tulisan ini, pada saat membacanya pun saya sedang terharu dan hampir menangis, hingga sampai pada sebuah paragraf.
 "My dear, kita selalu punya cara jika ingin bermanfaat bagi orang lain. Selalu. Maka mulailah dilakukan. Dikongkretkan. Sebagai penulis, sy mungkin bisa membuat indah kalimat, mungkin membuat hati berembun, mungkin membuat kalian menangis atau tiba2 bersemangat, tapi itu hanya kalimat2. Kalianlah yg akan membuatnya mnejadi nyata, dengan tindakan kongkret."

Jujur, rasanya sedikit tertampar, mengingat rasanya saya mudah sekali terharu, bersemangat dan bahkan meyakini semua tulisan-tulisan yang saya baca, tapi sebenarnya yang menjadi pertanyaan besarnya adalah "Apa yang sudah saya lakukan atas hikmah yang saya dapatkan dari tulisan-tulisan itu?", "Adakah tindakan-tindakan kongkret itu?"

Benar-benar sebuah PR besar, sehingga saya tidak terus terbuai dalam menikmati perasaan tergugah, terharu, bersemangat yang hanya menempel pada tulisan dan hilang setelah saya selesai membaca tulisan tersebut.


No comments:

Post a Comment

Tanggap menanggapi